Neuro AI
Home Blog Explore Reports Our Methodology Our Team Features Pricing
Log In Sign Up Free
ID | EN

Analyze Public Reactions in Seconds.

Turn thousands of random comments into structured insights. Know the exact proportion of Haters, Supporters, Neutral, to Buzzers using just a single post URL link.

Powered by Latest AI
Supports Multiple Platforms
Instant Results (In Seconds)
NEURO_AI_DASHBOARD
|
Live Metrics
Total Data
14,592
Scraped
Polarization
High
Toxicity
12%
Status: Safe
Virality
98/100
AI Executive Summary

Insight: Opini publik saat ini didominasi oleh kelompok Kritikus (68%). Isu utama yang memicu perdebatan adalah transparansi kebijakan. Jika tidak segera direspons, diprediksi sentimen negatif akan merambat ke platform lain dalam 24 jam ke depan.

Explore Public Reports

See real examples of our published AI analysis results.

Thumbnail
Youtube

Analisis Pengamat Perempuan tvOne Terkait Konflik Iran-AS

AI Conclusion

Diskusi media sosial mengenai kabar kerugian besar Amerika Serikat (AS) setelah menyerang Iran memicu perdebatan sengit yang membelah warganet menjadi dua kubu yang saling serang. Kubu pertama sangat membela Iran; mereka merasa senang atas kabar kerugian AS, yakin bahwa Iran punya kekuatan hebat untuk membalas, dan melihat perlawanan Iran sebagai bentuk perjuangan nyata melawan kesewenang-wenangan pihak Barat. Sebaliknya, kubu kedua justru menertawakan penjelasan pengamat di berita tersebut dan menganggapnya tidak paham dunia militer. Kubu ini menegaskan bahwa AS jauh lebih unggul dan justru pihak Iranlah yang sebenarnya babak belur, sehingga klaim bahwa AS rugi besar dianggap hanya sekadar hiburan kosong yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Suasana di kolom komentar terasa sangat panas, penuh dengan sindiran kasar, ejekan, dan kemarahan. Alih-alih membahas masalah ini dengan kepala dingin, masyarakat di kolom komentar justru lebih sibuk saling menghina pribadi, mengejek paham keagamaan masing-masing, serta menyeret masalah lain seperti konflik Palestina atau keterlibatan negara besar seperti Rusia dan China. Hal ini menunjukkan bahwa berita perang ini tidak lagi dilihat sebagai informasi politik biasa, melainkan telah menjadi panggung emosional bagi masyarakat untuk meluapkan amarah, membela negara jagoan mereka habis-habisan, dan menjatuhkan pihak yang tidak sejalan dengan keyakinan mereka.

Thumbnail
Youtube

Sidang Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

AI Conclusion

Sebagian besar masyarakat merespons pernyataan kuasa hukum dr. Tifa dengan nada cemoohan, ketidakpercayaan, dan kemarahan. Publik menilai argumen yang menyebut Presiden Jokowi-lah yang seharusnya menjadi terdakwa sebagai logika yang aneh dan sengaja diputarbalikkan untuk membingungkan orang banyak. Alih-alih mendapatkan simpati, tim hukum dr. Tifa justru dianggap sedang panik dan kehabisan cara untuk membela kliennya, sehingga melontarkan pernyataan tidak masuk akal demi menghindari tanggung jawab hukum atas tuduhan ijazah palsu yang mereka sebarkan. Suasana diskusi di kolom komentar didominasi oleh sindiran jenaka yang menganggap pembelaan tersebut tidak lebih dari sekadar pertunjukan komedi yang konyol. Masyarakat secara umum menuntut agar dr. Tifa segera mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menerima hukuman yang setimpal atas kegaduhan yang telah ia ciptakan, sementara dukungan terhadap narasi pembelaan dr. Tifa terpantau sangat minim dan hampir sepenuhnya diabaikan oleh netizen.

Thumbnail
Youtube

Dugaan Korupsi Anggaran Kipas Angin Rp11 Juta

AI Conclusion

Diskusi publik dalam utas ini dipenuhi oleh rasa marah, kecewa, dan sindiran tajam dari masyarakat yang menganggap anggaran kipas angin Rp1,8 triliun dengan dugaan harga Rp11 juta per unit sangat tidak masuk akal. Warganet merasa geram karena nilai tersebut dinilai sebagai bukti nyata adanya korupsi dan penggelembungan harga yang keterlaluan, terutama di tengah situasi sulit saat rakyat kecil terus dikejar-kejar pajak. Banyak komentar yang membandingkan harga tersebut secara jenaka namun getir, seperti menyamakan harga satu kipas angin dengan harga motor bekas atau beberapa unit AC baru yang jauh lebih berguna. Di sisi lain, ketidakpercayaan publik tidak hanya mengarah pada kementerian yang bersangkutan, melainkan juga menyasar para anggota DPR yang mencecar menteri tersebut. Sebagian besar masyarakat curiga bahwa aksi protes para wakil rakyat di rapat kerja tersebut hanyalah sandiwara belaka untuk mencari panggung atau agar mereka ikut kebagian jatah dari proyek tersebut. Rasa frustrasi yang mendalam ini memicu tuntutan keras dari warga agar para koruptor segera dihukum mati dan dimiskinkan hartanya, karena mereka merasa hukum yang ada saat ini terlalu lemah dan tidak pernah membuat jera para pejabat yang rakus.

Thumbnail
Youtube

DPR Sebut RUU Perampasan Aset 'On Track'

AI Conclusion

Mayoritas masyarakat merasa sangat marah, kecewa, dan sama sekali tidak percaya dengan pernyataan DPR yang menyebut pembahasan RUU Perampasan Aset masih berjalan sesuai rencana. Publik menilai DPR hanya membuat alasan dan mengulur-ulur waktu karena takut aturan ini nantinya akan menjerat diri mereka sendiri. Alih-alih percaya pada janji manis tersebut, masyarakat justru memandang lembaga ini sengaja menunda-nunda undang-undang yang merugikan koruptor, padahal mereka bisa bergerak sangat cepat jika membahas aturan yang menguntungkan kantong mereka sendiri, seperti kenaikan gaji pejabat. Kemarahan yang mendalam ini memicu reaksi keras dari publik, mulai dari munculnya gerakan saling mengajak untuk mogok membayar pajak, ancaman tidak akan memilih kembali para anggota dewan pada pemilu mendatang, hingga tuntutan hukuman mati dan penyitaan harta bagi para pencuri uang rakyat. Banyak juga warga yang melontarkan sindiran tajam bahwa undang-undang ini tidak akan pernah disahkan sampai kapan pun, atau baru akan disahkan setelah para pejabat pensiun agar mereka aman dari jerat hukum. Intinya, rakyat sudah habis kesabaran dan menuntut tindakan nyata berupa pengesahan undang-undang, bukan sekadar bantahan atau omong kosong tanpa hasil.

Thumbnail
Youtube

Roy Suryo Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik

AI Conclusion

Diskusi publik dalam utas ini menunjukkan dukungan kuat terhadap langkah cepat Roy Suryo yang langsung memamerkan ijazah aslinya begitu dituduh memalsukan dokumen. Bagi sebagian besar warganet, tindakan berani dan terbuka ini dianggap sebagai bukti nyata dari kejujuran. Menariknya, respons Roy Suryo ini langsung digunakan masyarakat untuk menyindir keras Presiden Jokowi (yang kerap dikaitkan dengan julukan "Mulyono" atau "Termul") dan para pendukungnya. Publik membandingkan bahwa orang yang memiliki ijazah asli pasti berani menunjukkan buktinya secara langsung kepada masyarakat, berbeda dengan pihak yang dinilai selalu menghindar, berbelit-belit, atau justru menggunakan jalur hukum saat diterpa isu serupa. Perdebatan ini juga memperlihatkan pembelahan politik yang tajam di media sosial, di mana Roy Suryo diposisikan sebagai sosok pahlawan yang dikriminalisasi oleh kekuatan negara karena sikap kritisnya. Sementara itu, kelompok penuduh atau pendukung pemerintah menjadi sasaran ejekan dan kemarahan karena dianggap menyebarkan fitnah yang justru mempermalukan diri mereka sendiri. Pada akhirnya, masalah ijazah Roy Suryo ini telah bergeser dari sekadar pembuktian pribadi menjadi wadah bagi masyarakat untuk meluapkan rasa tidak percaya, kejengkelan, dan kekecewaan mereka terhadap transparansi serta sikap para pejabat publik di Indonesia.

Thumbnail
Youtube

Polri dan Kejaksaan Sepakat Awasi Makan Bergizi Gratis

AI Conclusion

Keputusan Kejaksaan Agung untuk menghentikan pengumpulan data terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu kemarahan luar biasa dan kecurigaan besar dari masyarakat di media sosial. Sebagian besar warganet yakin bahwa keputusan ini merupakan hasil dari "kongkalikong" atau transaksi politik di balik layar untuk saling mengamankan posisi dan melindungi kepentingan para pejabat tinggi yang terlibat. Publik merasa penghentian ini sengaja dilakukan karena penyelidikan tersebut mulai menyenggol pihak-pihak berkuasa, sehingga kasusnya terpaksa ditutup-tutupi agar dugaan korupsi di dalam program tersebut tidak terbongkar ke permukaan. Dampak dari kebijakan ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum merosot tajam. Rasa frustrasi yang mendalam membuat sebagian warga mulai menyuarakan sikap masa bodoh, bahkan ada yang mengajak untuk tidak perlu taat hukum atau malas membayar pajak karena merasa uang rakyat hanya dijadikan bahan rebutan oleh para penguasa. Secara keseluruhan, publik menilai hukum di negara ini sudah tidak sehat dan dikelola sesuka hati melalui sistem saling sandera antar-pejabat, yang membuat keadilan makin sulit dijangkau oleh rakyat kecil.

View All Reports
Enterprise Capabilities

Beyond Just Sentiment

Our platform uncovers communication structures, affiliations, and hidden intent from thousands of conversations using cutting-edge AI.

Social Actor Distribution

Automated mapping of the proportion of Haters, Supporters, Neutrals, to accurate detection of Buzzers & Provocateurs.

Toxicity & Virality Rate

Analysis of Hate Speech levels and calculation of the probability of how likely the issue will continue to go viral.

SNA Interaction Map

A visual map (Social Network Analysis) showing who replies to whom, tracking the origins of conflicts.

AI Executive Summary

Get a smart 2-paragraph AI summary that concludes the core of the debate without you having to read thousands of comments.

YouTube Title Generator

Automatically concoct elegant Clickbait-style reply content title ideas based on audience psychological gaps.

CSV Report Export

Download all analysis results and sentiment labels in table format for academic research or corporate reporting needs.

Affordable Pricing

Choose the Right Analysis Plan

Transparent investment for Enterprise-class social media intelligence insights.

Beginner

Cocok untuk pemula uji coba

Rp 30.000
  • 100 Comment Analysis Quota
  • Advanced AI Classification (Sentiment & Emotion)
  • Virality & Toxicity Score
  • Conversation DNA (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Interaction Map)
  • Top Influencers & Buzzer Detection
  • AI Executive Summary
  • AI Key Insights & Trend Predictions
  • AI YouTube Title Generator
  • CSV Report Export
Get Started

Pro

Cocok untuk pengamat, analis dan UMKM

Rp 270.000
  • 1,000 Comment Analysis Quota
  • Advanced AI Classification (Sentiment & Emotion)
  • Virality & Toxicity Score
  • Conversation DNA (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Interaction Map)
  • Top Influencers & Buzzer Detection
  • AI Executive Summary
  • AI Key Insights & Trend Predictions
  • AI YouTube Title Generator
  • CSV Report Export
Get Started

Enterprise

Hanya untuk raksasa saja

Rp 2.550.000
  • 10,000 Comment Analysis Quota
  • Advanced AI Classification (Sentiment & Emotion)
  • Virality & Toxicity Score
  • Conversation DNA (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Interaction Map)
  • Top Influencers & Buzzer Detection
  • AI Executive Summary
  • AI Key Insights & Trend Predictions
  • AI YouTube Title Generator
  • CSV Report Export
Get Started

Ready to Read Your Audience's Mind?

Stop guessing. Start using AI-driven social intelligence to formulate precisely targeted digital campaign strategies.