Neuro AI
Home Blog Explore Reports Our Methodology Features Pricing
Log in Daftar Gratis
ID | EN

Analisa Reaksi Publik dalam Sekejap.

Ubah ribuan komentar acak menjadi insight terstruktur. Ketahui persis proporsi Hater, Supporter, Netral, hingga Buzzer hanya bermodalkan satu link URL postingan.

Didukung oleh AI Terkini
Mendukung Berbagai Platform
Hasil Instan (Hitungan Detik)
NEURO_AI_DASHBOARD
|
Live Metrics
Total Data
14,592
Scraped
Polarization
High
Toxicity
12%
Status: Safe
Virality
98/100
AI Executive Summary

Insight: Opini publik saat ini didominasi oleh kelompok Kritikus (68%). Isu utama yang memicu perdebatan adalah transparansi kebijakan. Jika tidak segera direspons, diprediksi sentimen negatif akan merambat ke platform lain dalam 24 jam ke depan.

Eksplorasi Laporan Publik

Lihat contoh nyata hasil analisa AI kami yang telah dipublikasikan.

Thumbnail
Youtube

Kontroversi Pidato Prabowo Menyuruh Rakyat Pindah Negara

Kesimpulan AI

Sebagian besar masyarakat merespons pernyataan Presiden Prabowo dengan rasa kecewa, marah, dan tersinggung. Warganet menilai sangat tidak pantas jika keluhan mereka tentang kondisi negara yang sulit justru dibalas dengan usiran untuk mencari negara lain. Bagi mereka, rasa khawatir akan masa depan Indonesia bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari kenyataan pahit sehari-hari yang mereka rasakan langsung, seperti susahnya mencari pekerjaan, kondisi ekonomi yang semakin menjepit, serta kasus korupsi pejabat yang dianggap semakin merajalela tanpa ada tindakan tegas. Publik menilai pidato tersebut terlalu emosional, hanya sekadar omong kosong tanpa hasil nyata, dan menunjukkan sikap pemimpin yang enggan mendengar jeritan rakyatnya sendiri. Di tengah perdebatan ini, kelompok pendukung yang membela presiden dan meminta masyarakat untuk tetap berpikir positif kalah jauh dalam jumlah dan suara. Gelombang kekecewaan justru didominasi oleh kritik pedas, bahkan dari mereka yang mengaku menyesal telah memilih Prabowo pada pemilu lalu. Masyarakat menegaskan bahwa mereka sangat mencintai tanah air ini dan tidak ingin pergi, namun mereka menuntut bukti nyata dari pemerintah—terutama dalam memberantas koruptor dan memperbaiki taraf hidup rakyat kecil—bukan sekadar pidato bernada tinggi yang seolah menutup mata dari masalah nyata di lapangan.

Thumbnail
Youtube

Pidato Prabowo Soal Kekayaan Negara yang Dirampok

Kesimpulan AI

Sebagian besar masyarakat merespons pidato Presiden Prabowo dengan rasa tidak percaya dan kritik yang sangat tajam. Alih-alih menyalahkan pihak asing yang dituding "merampok" Indonesia, publik justru menilai bahwa masalah terbesar bangsa saat ini adalah para pejabat korup dan elite di dalam negeri yang memfasilitasi pencurian tersebut. Warganet merasa geram karena pemerintah terkesan selalu mencari kambing hitam di luar negeri, padahal kasus korupsi dan kemiskinan di depan mata belum diselesaikan dengan tegas. Tuntutan utama yang disuarakan dengan keras oleh masyarakat adalah tindakan nyata, seperti menghukum mati para koruptor, bukan sekadar mengumbar pidato yang berapi-api. Kekecewaan ini memicu sindiran bahwa presiden hanya pintar berbicara atau "omon-omon" tanpa adanya aksi nyata yang membawa perubahan konkret. Meskipun ada segelintir pendukung yang meminta masyarakat untuk bersabar dan memberi waktu bagi pemerintah untuk berbenah, suara mereka kalah jauh oleh gelombang kemarahan publik. Intinya, masyarakat sudah lelah dengan janji-janji dan mendesak presiden agar menggunakan kekuasaannya secara berani untuk menangkap para pencuri uang rakyat di dalam negeri, ketimbang sibuk mengeluhkan gangguan dari luar.

Thumbnail
Youtube

Mahfud MD Soroti Kasus Jampidsus dan Hukuman Mati

Kesimpulan AI

Sebagian besar masyarakat merasa sangat marah, kecewa, dan tidak lagi percaya pada aparat penegak hukum di Indonesia setelah melihat penanganan kasus mantan pejabat kejaksaan ini. Mereka sangat setuju dengan sebutan "dagelan" atau lelucon dari Mahfud MD, karena menilai sangat aneh jika aparat yang diduga melakukan kejahatan justru diperiksa oleh lembaganya sendiri, yang digambarkan warga seperti "maling mengadili maling". Warganet menilai hukum saat ini masih tebang pilih—hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas—sehingga mereka ramai-ramai mendesak hukuman yang sangat kejam, seperti hukuman mati atau penyitaan seluruh harta pelaku hingga miskin, agar ada efek jera yang nyata. Di tengah rasa frustrasi tersebut, publik menaruh harapan besar sekaligus menuntut ketegasan dari pemimpin tertinggi negara, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk turun tangan memberantas mafia hukum ini. Masyarakat meminta agar kasus ini diusut secara jujur dan terbuka tanpa ada yang ditutup-tutupi, karena mereka mencurigai adanya saling sandera kepentingan atau keterlibatan elit politik lain di balik layar yang membuat aparat saling melindungi.

Thumbnail
Youtube

Debat Panas Roy Suryo vs Pendukung Jokowi

Kesimpulan AI

Diskusi publik dalam utas ini didominasi oleh perdebatan sengit dan saling serang yang sangat tajam terkait kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi. Netizen terbelah menjadi dua kubu yang saling melempar ejekan kasar; satu kubu menyerang Lechumanan dengan pelesetan nama "Lucu-manan" dan menuduhnya sebagai pembela kebohongan yang mencari keuntungan, sementara kubu lawan menyerang balik Roy Suryo sebagai pembuat fitnah dan biang kegaduhan nasional yang tidak tahu malu. Fokus masalah hukum yang sebenarnya dilaporkan justru tenggelam oleh sentimen politik yang penuh amarah dari para penentang dan provokator di kolom komentar. Pada akhirnya, sebagian besar masyarakat merasa jenuh, muak, dan menganggap perseteruan ini tidak lebih dari sekadar drama politik atau panggung sandiwara yang kekanak-kanakan. Publik menilai kedua belah pihak hanya berlagak berani di media sosial tanpa ada penyelesaian yang jelas, sehingga mereka mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas. Masyarakat menginginkan akhir dari kegaduhan ini karena sudah lelah melihat para tokoh hukum dan politik terus-menerus saling lapor serta saling tuduh tanpa membawa manfaat nyata bagi rakyat.

Thumbnail
Youtube

Skandal Adopsi Ilegal Anak Indonesia ke Belanda

Kesimpulan AI

Utas diskusi ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang tajam di masyarakat antara urusan perut atau kesejahteraan ekonomi dengan urusan pencarian jati diri. Di satu sisi, banyak warga netizen yang merasa iri dan menganggap ribuan anak yang diadopsi ke Belanda itu sangat beruntung karena bisa mendapatkan jaminan hidup yang layak, pekerjaan bagus, dan terhindar dari sulitnya mencari uang di Indonesia. Bagi kelompok ini, masa depan yang cerah di luar negeri jauh lebih penting daripada bertahan di dalam negeri dengan beban hidup yang berat. Pandangan ini mencerminkan adanya rasa lelah dan kecewa masyarakat terhadap kondisi ekonomi serta kesejahteraan di tanah air saat ini. Di sisi lain, banyak netizen yang mengingatkan bahwa masalah ini tidak sesederhana soal uang atau hidup enak di negara maju. Mereka menekankan bahwa kehilangan asal-usul keluarga dan akar budaya adalah penderitaan batin yang sangat berat yang tidak bisa digantikan oleh kemewahan materi. Kelompok ini menyoroti luka batin anak-anak adopsi yang hingga kini masih kesulitan melacak orang tua kandung mereka, serta mengingatkan adanya bahaya kejahatan perdagangan anak yang mungkin terjadi di balik proses adopsi masa lalu tersebut. Secara keseluruhan, diskusi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat kita terbelah antara keinginan nyata untuk bertahan hidup secara ekonomi dan kesadaran mendalam akan pentingnya keluarga serta identitas diri.

Thumbnail
Youtube

Kontroversi Pidato Prabowo: "Silakan Cari Negara Lain"

Kesimpulan AI

Pernyataan Presiden Prabowo yang meminta masyarakat pesimis untuk mencari negara lain justru memicu reaksi negatif dan kritik pedas dari sebagian besar warganet. Publik merasa tersinggung dengan ucapan tersebut karena menilai tanah air ini adalah milik seluruh rakyat, bukan milik pribadi penguasa yang boleh menyuruh warganya pergi begitu saja. Kritik utama masyarakat berfokus pada pelaksanaan program Koperasi Desa (KDMP) di lapangan, yang dianggap sangat tidak masuk akal karena dibangun di tempat-tempat sepi yang tidak strategis seperti di dekat kuburan atau pinggir jurang, sehingga dinilai hanya akan membuang-buang uang rakyat dan cepat bangkrut. Di sisi lain, meskipun ada sebagian kecil pendukung yang memuji langkah tegas pemerintah dalam memberantas korupsi, suara mereka kalah banyak dibanding keluhan warga yang kecewa. Masyarakat mengingatkan Presiden agar tidak antikritik dan mau melihat langsung kekacauan pembangunan koperasi tersebut di lapangan daripada hanya sekadar memberi janji manis. Secara keseluruhan, publik merasa cemas karena program ekonomi yang digembar-gemborkan ini dianggap dipaksakan dari atas tanpa perencanaan yang matang, sehingga justru memicu keraguan besar bahwa program tersebut akan gagal dalam waktu dekat.

Lihat Semua Laporan
Enterprise Capabilities

Lebih dari Sekadar Sentimen

Platform kami membongkar struktur komunikasi, afiliasi, dan intent tersembunyi dari ribuan percakapan menggunakan AI mutakhir.

Distribusi Aktor Sosial

Pemetaan otomatis terhadap proporsi Hater, Supporter, Netral, hingga pendeteksian Buzzer & Provokator secara akurat.

Tingkat Toxic & Virality

Analisa tingkat ucapan kebencian (Hate Speech) dan kalkulasi probabilitas seberapa besar kemungkinan isu akan terus viral.

SNA Interaction Map

Peta visual (Social Network Analysis) yang menunjukkan siapa membalas siapa, dan melacak asal muasal konflik.

AI Executive Summary

Dapatkan rangkuman cerdas 2 paragraf dari AI yang menyimpulkan inti perdebatan tanpa Anda harus membaca ribuan komentar.

AI YouTube Title Gen

Otomatis meracik ide judul konten balasan bergaya Clickbait YouTube berdasarkan celah psikologis audiens.

Ekspor Laporan CSV

Unduh seluruh hasil analisis dan label sentimen dalam format tabel untuk kebutuhan riset akademik atau laporan korporat.

Simple Pricing

Pilih Paket Analisa Sesuai Kebutuhan

Investasi transparan untuk insight intelijen sosial media kualitas Enterprise.

Beginner

Cocok untuk pemula uji coba

Rp 30.000
  • 100 Kuota Analisa Komentar
  • Advanced AI Classification (Sentimen & Emosi)
  • Skor Virality & Tingkat Toxic
  • DNA Percakapan (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Peta Interaksi)
  • Deteksi Top Influencers & Buzzer
  • AI Kesimpulan Eksekutif
  • AI Key Insights & Prediksi Tren
  • AI YouTube Title Generator
  • Export Laporan CSV
Get Started

Pro

Cocok untuk pengamat, analis dan UMKM

Rp 270.000
  • 1,000 Kuota Analisa Komentar
  • Advanced AI Classification (Sentimen & Emosi)
  • Skor Virality & Tingkat Toxic
  • DNA Percakapan (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Peta Interaksi)
  • Deteksi Top Influencers & Buzzer
  • AI Kesimpulan Eksekutif
  • AI Key Insights & Prediksi Tren
  • AI YouTube Title Generator
  • Export Laporan CSV
Get Started

Enterprise

Hanya untuk raksasa saja

Rp 2.550.000
  • 10,000 Kuota Analisa Komentar
  • Advanced AI Classification (Sentimen & Emosi)
  • Skor Virality & Tingkat Toxic
  • DNA Percakapan (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Peta Interaksi)
  • Deteksi Top Influencers & Buzzer
  • AI Kesimpulan Eksekutif
  • AI Key Insights & Prediksi Tren
  • AI YouTube Title Generator
  • Export Laporan CSV
Get Started

Siap Membaca Pikiran Audiens Anda?

Berhenti menebak-nebak. Mulai gunakan intelijen sosial berbasis AI untuk merumuskan strategi kampanye digital yang tepat sasaran.