Neuro AI
Home Blog Explore Reports Our Methodology Features Pricing
Log in Daftar Gratis
ID | EN

Analisa Reaksi Publik dalam Sekejap.

Ubah ribuan komentar acak menjadi insight terstruktur. Ketahui persis proporsi Hater, Supporter, Netral, hingga Buzzer hanya bermodalkan satu link URL postingan.

Didukung oleh AI Terkini
Mendukung Berbagai Platform
Hasil Instan (Hitungan Detik)
NEURO_AI_DASHBOARD
|
Live Metrics
Total Data
14,592
Scraped
Polarization
High
Toxicity
12%
Status: Safe
Virality
98/100
AI Executive Summary

Insight: Opini publik saat ini didominasi oleh kelompok Kritikus (68%). Isu utama yang memicu perdebatan adalah transparansi kebijakan. Jika tidak segera direspons, diprediksi sentimen negatif akan merambat ke platform lain dalam 24 jam ke depan.

Eksplorasi Laporan Publik

Lihat contoh nyata hasil analisa AI kami yang telah dipublikasikan.

Thumbnail
Youtube

Debat Panas Isu Hukum di Rakyat Bersuara

Kesimpulan AI

Sebagian besar masyarakat yang menonton debat ini merasa sangat kesal dan jengkel, khususnya terhadap sosok pengacara Pitra Romadoni. Publik menilai cara bicaranya hanya mengandalkan suara keras tanpa isi yang jelas, tidak sopan kepada lawan bicara yang lebih tua seperti Said Didu, dan sekadar mencari panggung di televisi. Sementara itu, Said Didu cenderung mendapatkan lebih banyak simpati dari penonton karena dinilai memiliki rekam jejak yang lebih berani dalam membela rakyat di lapangan, meskipun ada segelintir komentar yang juga menyindirnya kalah argumen. Kekesalan penonton juga diarahkan kepada stasiun televisi yang dianggap sengaja mengundang narasumber pembuat gaduh demi mengejar ramainya penonton, bukan untuk memberikan tayangan yang mencerdaskan. Secara keseluruhan, perdebatan panas ini justru memperkuat rasa tidak percaya masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia, di mana publik merasa bahwa sistem pemerintahan saat ini sudah terlalu kotor dan dipenuhi oleh para pejabat tinggi yang saling sikut demi mengamankan kepentingan masing-masing.

Thumbnail
Youtube

Prediksi dan Analisis Semifinal Spanyol vs Prancis

Kesimpulan AI

Diskusi publik menjelang laga semifinal antara Prancis dan Spanyol ini dipenuhi oleh antusiasme tinggi dengan kubu pendukung yang terbelah hampir sama kuat. Sebagian besar warganet menjagokan Prancis karena meyakini lini serang mereka yang dipimpin Kylian Mbappe sangat tajam dan mematikan. Di sisi lain, para pendukung Spanyol tidak kalah percaya diri, mengandalkan statistik pertahanan mereka yang kokoh sepanjang turnamen serta kelincahan pemain muda seperti Lamine Yamal. Meski riuh dengan tebak-tebakan skor dari kedua belah pihak, sebagian penonton bersikap lebih santai dan mengingatkan bahwa hasil akhir tetap sulit ditebak karena faktor keberuntungan di lapangan akan sangat menentukan. Menariknya, obrolan penonton tidak hanya terbatas pada taktik permainan, tetapi juga merembet ke hal-hal di luar sepak bola. Muncul perdebatan unik ketika beberapa orang membawa isu politik, seperti mendukung Spanyol karena sikap negaranya yang membela Palestina, yang kemudian memicu adu argumen tentang pantas tidaknya mencampur urusan politik dengan olahraga. Selain itu, ada juga sebagian warganet yang justru lebih fokus membahas tim lain seperti Argentina dan Inggris, menunjukkan bahwa laga semifinal ini dipandang sebagai batu loncatan krusial menuju babak final yang dinanti-nantikan.

Thumbnail
Youtube

DPR Bantah Sengaja Tunda RUU Perampasan Aset

Kesimpulan AI

Masyarakat menunjukkan kemarahan dan rasa tidak percaya yang sangat besar terhadap bantahan DPR mengenai RUU Perampasan Aset. Alih-alih meredakan ketegangan, klarifikasi dari DPR justru memicu serangan balik dari warganet yang menilai bahwa lembaga legislatif tersebut hanya sedang menggunakan taktik mengulur-ulur waktu. Opini publik didominasi oleh tuduhan bahwa para anggota dewan sengaja memperlambat proses pengesahan undang-undang ini karena takut aturan tersebut akan menjadi senjata yang menyerang balik kekayaan dan kepentingan mereka sendiri. Secara keseluruhan, diskusi ini mencerminkan kejenuhan rakyat yang sudah muak dengan janji manis serta rapat yang bertele-tele tanpa hasil nyata. Bagi masyarakat, perdebatan bukan lagi soal apakah DPR menolak atau mendukung, melainkan tentang kapan undang-undang ini benar-benar disahkan. Ketidakpuasan yang mendalam ini bahkan memicu seruan-seruan ekstrem, mulai dari tuntutan membubarkan DPR hingga ancaman bahwa rakyat sendiri yang akan turun tangan merampas kembali hak-hak mereka jika pengesahan hukum ini terus-menerus ditunda.

Thumbnail
Youtube

Sidang Praperadilan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Kesimpulan AI

Diskusi masyarakat di media sosial mengenai sidang praperadilan Roy Suryo ini dipenuhi oleh perdebatan yang sangat panas dan terbagi menjadi dua kubu utama. Sebagian besar komentar menyuarakan kemarahan kepada Roy Suryo dan mendukung agar ia segera dijatuhi hukuman penjara karena dianggap kerap menyebarkan fitnah, mencari perhatian, serta membuat kegaduhan terkait isu ijazah Presiden Jokowi. Sementara itu, sebagian pengguna media sosial lainnya justru menaruh kecurigaan terhadap jalannya persidangan, di mana mereka meragukan kenetralan hukum dan berharap agar hakim bisa bertindak jujur serta berani mengambil keputusan tanpa adanya tekanan dari pihak penguasa. Di luar urusan pembuktian hukum, suasana kolom komentar juga diwarnai oleh aksi saling serang secara pribadi, tudingan adanya akun bayaran (buzzer), hingga munculnya sumpah dan doa-doa ekstrem dari netizen mengenai keaslian ijazah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa fokus masyarakat tidak lagi sekadar pada kebenaran dokumen yang diperdebatkan di persidangan, melainkan telah bergeser menjadi ajang pelampiasan rasa benci, kekesalan, serta krisis kepercayaan masyarakat yang mendalam terhadap tokoh politik maupun sistem peradilan.

Thumbnail
Youtube

Kontroversi Pidato Prabowo Menyuruh Rakyat Pindah Negara

Kesimpulan AI

Sebagian besar masyarakat merespons pernyataan Presiden Prabowo dengan rasa kecewa, marah, dan tersinggung. Warganet menilai sangat tidak pantas jika keluhan mereka tentang kondisi negara yang sulit justru dibalas dengan usiran untuk mencari negara lain. Bagi mereka, rasa khawatir akan masa depan Indonesia bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari kenyataan pahit sehari-hari yang mereka rasakan langsung, seperti susahnya mencari pekerjaan, kondisi ekonomi yang semakin menjepit, serta kasus korupsi pejabat yang dianggap semakin merajalela tanpa ada tindakan tegas. Publik menilai pidato tersebut terlalu emosional, hanya sekadar omong kosong tanpa hasil nyata, dan menunjukkan sikap pemimpin yang enggan mendengar jeritan rakyatnya sendiri. Di tengah perdebatan ini, kelompok pendukung yang membela presiden dan meminta masyarakat untuk tetap berpikir positif kalah jauh dalam jumlah dan suara. Gelombang kekecewaan justru didominasi oleh kritik pedas, bahkan dari mereka yang mengaku menyesal telah memilih Prabowo pada pemilu lalu. Masyarakat menegaskan bahwa mereka sangat mencintai tanah air ini dan tidak ingin pergi, namun mereka menuntut bukti nyata dari pemerintah—terutama dalam memberantas koruptor dan memperbaiki taraf hidup rakyat kecil—bukan sekadar pidato bernada tinggi yang seolah menutup mata dari masalah nyata di lapangan.

Thumbnail
Youtube

Pidato Prabowo Soal Kekayaan Negara yang Dirampok

Kesimpulan AI

Sebagian besar masyarakat merespons pidato Presiden Prabowo dengan rasa tidak percaya dan kritik yang sangat tajam. Alih-alih menyalahkan pihak asing yang dituding "merampok" Indonesia, publik justru menilai bahwa masalah terbesar bangsa saat ini adalah para pejabat korup dan elite di dalam negeri yang memfasilitasi pencurian tersebut. Warganet merasa geram karena pemerintah terkesan selalu mencari kambing hitam di luar negeri, padahal kasus korupsi dan kemiskinan di depan mata belum diselesaikan dengan tegas. Tuntutan utama yang disuarakan dengan keras oleh masyarakat adalah tindakan nyata, seperti menghukum mati para koruptor, bukan sekadar mengumbar pidato yang berapi-api. Kekecewaan ini memicu sindiran bahwa presiden hanya pintar berbicara atau "omon-omon" tanpa adanya aksi nyata yang membawa perubahan konkret. Meskipun ada segelintir pendukung yang meminta masyarakat untuk bersabar dan memberi waktu bagi pemerintah untuk berbenah, suara mereka kalah jauh oleh gelombang kemarahan publik. Intinya, masyarakat sudah lelah dengan janji-janji dan mendesak presiden agar menggunakan kekuasaannya secara berani untuk menangkap para pencuri uang rakyat di dalam negeri, ketimbang sibuk mengeluhkan gangguan dari luar.

Lihat Semua Laporan
Enterprise Capabilities

Lebih dari Sekadar Sentimen

Platform kami membongkar struktur komunikasi, afiliasi, dan intent tersembunyi dari ribuan percakapan menggunakan AI mutakhir.

Distribusi Aktor Sosial

Pemetaan otomatis terhadap proporsi Hater, Supporter, Netral, hingga pendeteksian Buzzer & Provokator secara akurat.

Tingkat Toxic & Virality

Analisa tingkat ucapan kebencian (Hate Speech) dan kalkulasi probabilitas seberapa besar kemungkinan isu akan terus viral.

SNA Interaction Map

Peta visual (Social Network Analysis) yang menunjukkan siapa membalas siapa, dan melacak asal muasal konflik.

AI Executive Summary

Dapatkan rangkuman cerdas 2 paragraf dari AI yang menyimpulkan inti perdebatan tanpa Anda harus membaca ribuan komentar.

AI YouTube Title Gen

Otomatis meracik ide judul konten balasan bergaya Clickbait YouTube berdasarkan celah psikologis audiens.

Ekspor Laporan CSV

Unduh seluruh hasil analisis dan label sentimen dalam format tabel untuk kebutuhan riset akademik atau laporan korporat.

Simple Pricing

Pilih Paket Analisa Sesuai Kebutuhan

Investasi transparan untuk insight intelijen sosial media kualitas Enterprise.

Beginner

Cocok untuk pemula uji coba

Rp 30.000
  • 100 Kuota Analisa Komentar
  • Advanced AI Classification (Sentimen & Emosi)
  • Skor Virality & Tingkat Toxic
  • DNA Percakapan (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Peta Interaksi)
  • Deteksi Top Influencers & Buzzer
  • AI Kesimpulan Eksekutif
  • AI Key Insights & Prediksi Tren
  • AI YouTube Title Generator
  • Export Laporan CSV
Get Started

Pro

Cocok untuk pengamat, analis dan UMKM

Rp 270.000
  • 1,000 Kuota Analisa Komentar
  • Advanced AI Classification (Sentimen & Emosi)
  • Skor Virality & Tingkat Toxic
  • DNA Percakapan (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Peta Interaksi)
  • Deteksi Top Influencers & Buzzer
  • AI Kesimpulan Eksekutif
  • AI Key Insights & Prediksi Tren
  • AI YouTube Title Generator
  • Export Laporan CSV
Get Started

Enterprise

Hanya untuk raksasa saja

Rp 2.550.000
  • 10,000 Kuota Analisa Komentar
  • Advanced AI Classification (Sentimen & Emosi)
  • Skor Virality & Tingkat Toxic
  • DNA Percakapan (Terminal Vitals)
  • Social Network Analysis (Peta Interaksi)
  • Deteksi Top Influencers & Buzzer
  • AI Kesimpulan Eksekutif
  • AI Key Insights & Prediksi Tren
  • AI YouTube Title Generator
  • Export Laporan CSV
Get Started

Siap Membaca Pikiran Audiens Anda?

Berhenti menebak-nebak. Mulai gunakan intelijen sosial berbasis AI untuk merumuskan strategi kampanye digital yang tepat sasaran.